Jumat, 31 Juli 2009

Menjadi Pustakawan Yang Dinamis/ Aroem Andajani

Pustakawan bukan merupakan profesi yang terpinggirkan, dalam Wikipedia Indonesia yang dimaksud dengan Pustakawan ialah seseorang yang bekerja di perpustakaan dan membantu orang menemukan buku, majalah, dan informasi lain. Pada tahun 2000-an, pustakawan juga mulai membantu orang menemukan informasi dengan menggunakan komputer, basis data elektronik, dan peralatan pencarian di internet. Terdapat berbagai jenis pustakawan, antara lain pustakawan anak, remaja, dewasa, sejarah, hukum, dsb.

Namun demikian masih banyak hal yang dapat dilakukan oleh pustakawan selain yang telah tersebut diatas, salah satunya dengan mengembangkan kegiatan kearsipan dari suatu kegiatan yang berhubungan dengan penelusuran dan literasi informasi, untuk hal-hal yang telah pernah dilakukan dalam proses memberi layanan dengan menjawab dan membantu menemukan suatu topik apapun yang telah pernah diminta oleh pengguna saat membutuhkan informasi melalui perpustakaan.

Pemikiran ini diperkuat oleh pendapat Umi Proboyekti, “bahwa kemampuan mendapatkan informasi, mengolah dan menyajikan informasi hasil pengolahan sebenarnya kemampuan umum yang dimiliki semua orang. Tetapi ini tidak berarti setiap orang dapat dikatakan memiliki kemampuan literasi informasi atau melek informasi. Namun demikian, semua orang paling tidak memiliki modal dasar untuk mengembangkan kemampuan literasi informasi. Seseorang dikatakan memiliki kemampuan literasi informasi mampu untuk memahami kebutuhan informasi dan mendapatkan informasi yang tepat dalam berbagai format lalu mampu menggunakannya serta mampu menyajikan informasi kepada audien yang tepat dengan benar”.

Adapun faktor - faktor yang harus dipenuhi oleh pustakawan agar kualitas dari kegiatan kearsipan yang berhubungan dengan penelusuran dan literasi informasi berhasil adalah, bahwa pustakawan harus mampu mengelompokan informasi berdasarkan subyek pertanyaan yang dibutuhkan oleh pengguna informasi, dan ditunjang pula harus memiliki kemampuan yang berkaitan dengan teknologi informasi. Ketrampilan tersebut diatas penting dimiliki, karena hal ini akan memberikan cara baru bagi pengguna agar dapat dengan cepat dan mudah menemukan kembali dari berbagai informasi yang pernah ditelusur oleh pustakawan dan dikelompokkan berdasarkan topik kebutuhan pengguna.

Dapat dicontohkan disini bahwa pustakawan dapat memulai kegiatan kearsipan dari kegiatan penelusuran informasi, yaitu dengan me-cluster informasi berdasarkan subyek pertanyaan, dan dapat mem-posting-kannya kembali pada suatu blog online perpustakaan atau personal untuk informasi yang bersifat open text dan untuk informasi yang berlicensi dapat diposting abstraknya saja, kemudian diberi petunjuk dapat dibaca pada suatu perpustakaan. Contoh bentuk dari desain blog tersebut dapat di lihat pada www.catcare-tips-2.blogspot.com yang berisi tentang informasi bagaimana tips memelihara kuncing supaya tetap sehat!, atau dapat dilihat pada http://www.water-health-collection.blogspot.com yang berisi manfaat air bagi kesehatan!. Dengan demikian pustakawan tidak perlu berulang-ulang menelusur informasi untuk topik yang sama dan masyarakat pengguna akan memiliki banyak pilihan artikel yang dapat dibaca dalam satu kesempatan dan waktu.